BANDUNG SEPI ?

Terlintas pemikiran ketika melihat fenomena mudik lebaran 2013, Ingin membuat suatu foto yang dimana memperlihatkan suasana tengah kota yang padat disandingkan dengan suasana tengah kota yang sepi dalam bentuk photo kolase.

Dengan adanya gagasan ide Hunting BANDUNG SEPI  bersama Hobi Foto Bandung, Saya pun merencanakan hunting ini di lakukan pada lebaran ke 2 atau biasa di sebut H+1.

Sebelum melakukan hunting BANDUNG SEPI, Saya berinisiatif untuk hunting photo dengan suasana bandung dikala sedang menunjukan kemacetan dan riuh pikuk geliatnya dan untuk melakukan survey tempat sebelum hari H berlangsung “Hunting bandung sepi”.
Dimulai menyusuri jalan Asia Afrika “Start dari Gd.Menara BRI” ke arah jalan Banceuy.
Dari Menara BRI ke arah Banceuy cukup bisa di lihat kepadatan yang terjadi, Mungkin orang-orang sudah melakukan ritual paling utama sebelum menyambut lebaran 1434H yaitu “Belanja kebutuhan sandang”

Dan Saya mulai berjalan ke arah jalan ABC, Tidak lupa untuk menyempatkan memotret sebuah halte bus di jalan Banceuy yang di saat itu sedang ramai dengan orang-orang yang menunggu transportasi umum.
Saya melanjutkan perjalanan menuju jalan ABC yang dimana terkenal dengan hiruk-pikuk aktivitas elektronik,jam tangan,kaca mata-nya.
Disini bisa dibilang crowded dengan kendaraan dan orang yang berlalu lalang mencari sesuatu yang mereka inginkan.

Setelah menyusuri jalan ABC akhirnya tujuan inti dari hunting sebelum hari H itupun datang, Yaitu memotret bagian dari aktifitas Pasar Baru Bandung yang terkenal dengan julal-beli dimana perputaran uangnya yang sangat cepat di pasar ini. Menaiki jembatan penyembrangan PS.Baru saya lansung eksekusi untuk memotret crowded pasar baru dan bisa di bilang amat sangat crowded di lokasi ini.
Dengar-dengar kalo kendaraan roda empat bisa 1 jam untuk melalui daerah PS.Baru di saat seperti ini. Di mulai dari awal jalan Ottista sampai lampu merah per4tan Ottista dan jalan Sudirman “GILA 1 Jam di daerah ini ? mungkin gue udah emosi kalo ada di kondisi ini”

Usai memotret aktifitas pasar baru yang SUPER CROWDED, Saya mulai berjalan ke arah per4tan Ottista dan Sudirman.
Disini sudah mulai gerimis kecil, Kata orang Sunda sih ini katanya “Cuk-Clak” tapi gak tau bener atau engga heheheh… Di sini masih kerasa kemacetan kendaraan yang ngantri lampu hijau di tambah ada pengalihan jalan oleh pihak Polisi lalu lintas yang menutup jalan Ottista “Arah Tegalega” dan di alihkan ke arah jalan Sudirman membuat makin macet jalan ini makin menjadi.

Kondisi alam sudah makin tidak bersahabat, baru menyebrangi perempatan Ottista, Hujan besarpun turun dan membuat saya mengurungkan niat untuk melanjutkan perjalan menuju Jalan Kepatihan dan Jalan Dewi Sartika.
Berjalan melalui pertokoan jalan Sudirman disini saya berjalan seperti siput saking banyaknya aktivitas jual-beli, Maklum kata orang kalo saya lagi jalan udah kaya orang lari hehehe…

Hunting dan survey tempatpun usai dibarengi dengan usainya hujan di daerah Alu-alun kota Bandung dengan rute Hunting “Asia Afrika – Banceuy – ABC – Pasar baru – Ottista”.

Continue reading

Sejarah kamera CANON

Penemu camera Canon:
Goro Yoshida (1900-1993) dilahirkan di Hiroshima dan tidak pernah tamat SMA. Dia lah yang menjadi cikal bakal adanya kamera Canon.

Yoshida muda bekerja disebuah perusahaan tempat developing film dan tempat perbaikan kamera. Selama masa dia bekerja dia pernah membongkar kamera yang sangat tenar waktu itu ” Leica”.
Pada waktu itu Leica adalah kamera popular di antero japan dengan harga 1 kamera bisa mencapai 420 yen dengan perbandingan dengan gaji tertinggi lulusan dari universitas paling elit saat itu adalah 70 yen .

Dengan berbekal ilmu yang dia punya, Yoshida muda mencoba mempelajari isi dari kamera “leica”, Yoshida muda kesal setelah membongkar kamera tsb, Karna semua benda mekanik terbuat dari kuningan, alumunium, besi, dan karet. Dia kesal karena mengapa material yang harganya sangat murah bisa menjadi benda yang sangat mahal.

Continue reading